Penilaian Tahap III Anugerah WTN 2016 di Kabupaten Magetan

Penghargaan Wahana Tata Nugraha (WTN) adalah penghargaan yang diberikan Pemerintah Republik Indonesia kepada kota-kota yang mampu menata transportasi publik dengan baik. Penghargaan ini diberikan setiap tahun, biasanya pada bulan April. Penilaian dilakukan atas kategori kota metropolitan, kota besar, kota sedang, dan kota kecil. aspek penataan transportasi yang berkelanjutan, dan berbasis kepentingan publik dan ramah lingkungan mendapat pertimbangan terbesar dalam penilaiannya.

 

Kabupaten Magetan sudah meraih Penghargaan WTN sebanyak 5 kali berturut-turut sejak tahun 2010 kategori kota kecil. Pada tahun 2016 ini apabila dapat meraih lagi maka Kabupaten Magetan akan mendapatkan Penghargaan Wahana Tata Nugraha Kencana.

 

Tahapan-tahapan penilaian Penghargaan Wahana Tata Nugraha meliputi:

  1. Tahap I : Administrasi

    1. Perencanaan; - Angkutan

    2. Pendanaan; - Prasarana

    3. Kelembagaan dan per-UUan; - Lalu lintas

    4. Sumber daya manusia; - Lingkungan

  2. Tahap II : Teknis dan operasional

    1. Sarana;

    2. Prasarana;

    3. Lalu lintas;

    4. Pelayanan kepada masyarakat.

  3. Tahap III : Komitmen (political will) Kepala Daerah

    1. Penilaian Kebijakan dan komitmen pemerintah daerah dalam pengembangan dan pembangunan transportasi perkotaan.

 

Sedangkan Tim Penilai untuk Penghargaan WTN 2016 ini terdiri dari :

  1. Tim Kementerian Perhubungan

    1. Dadan M. Ramdan, ATD, M.Si

    2. Deny Kusdyana, MMTr

    3. Ni Widaningsih, SE

    4. Nanang Rahardjo, SH, MH

    5. Rizki Wijaya, ST, MSIT

  2. Tim Provisi dan Akademisi

    1. Gatot Soebroto, A.Md, SE, M.PSDM

    2. Ifan Jauhari, A.Md, ST

    3. Vardiansyah, A.Md

    4. Hendrix

 

Untuk materi penilaian meliputi :

  1. Penilaian Lapangan

    1. Sarana angkutan umum;

      1. Sarana angkutan umum dalam trayek;

        1. Penampilan;

        2. Papan trayek;

        3. Tanda perusahaan;

        4. Jenis trayek;

        5. Seragam pengemudi;

        6. Identitas pengemudi;

        7. Daftar tarif;

        8. Kaca film;

        9. Load factor.

      2. Sarana angkutan umum tidak dalam trayek;

      3. Angkutan umum tidak resmi.

    2. Prasarana;

      1. Ruang milik jalan;

        1. Tidak diperbolehkan adanya bangunan seperti bak sampah, timbunan material, kios pedagang, dll.;

        2. Tidak diperbolehkan adanya penempatan reklame, spanduk, dll., yang mengganggu berfungsinya perlengkapan jalan.

      2. Permukaan jalan;

        1. Kondisi permukaan jalan;

        2. Pemanfaatan jalan sesuai kepentingan lalu lintas (termasuk parkir).

      3. Fasilitas pejalan kaki;

        1. Keberadaan fasilitas pejalan kaki, yang terpisah secara fisik dari ruas jalan;

        2. Kesesuaian lebar fasilitas pejalan kaki;

        3. Kesesuaian kelandaian fasilitas pejalan kaki;

        4. Kondisi permukaan, pot bunga, tmpt sampah, pohon, lubang, dan benda2 yg dpt mengganggu fungsi fasilitas pejalan kaki;

        5. Kesesuaian pemanfaatan.

      4. Fasilitas penyeberangan pejalan kaki;

        1. Zebra Cross:

          • Keberadaan rambu peringatan;

          • Keberadaan rambu petunjuk penyeberangan;

          • Keberadaan marka (garis stop / zebra cross);

          • Kondisi fisik, berupa keutuhan dan kejelasan rambu dan marka penyeberangan.

        2. Jembatan/ Terowongan Penyeberangan Orang:

          • Kondisi Fisik berupa kelandaian tangga, lantai, pagar pengaman di sepanjang JPO;

          • Pemanfaatan (keberadaan PKL, pengemis, sampah, pengamen dan gangguan lainnya).

      5. Terminal;

        1. Keberadaan, Kebersihan dan Kondisi di dalam terminal:

          • Ruang / meja informasi

          • Ruang tunggu penumpang

          • Jalur keberangkatan / Jalur kedatangan

          • Toilet umum.

        2. Keberadaan, keseragaman, atribut dan kesigapan petugas terminal;

        3. Keberadaan calo di terminal;

        4. Keberadaan PKL di terminal;

        5. Kondisi di luar/Sekitar terminal:

          • PKL;

          • Parkir/ngetem.

      6. Tempat pemberhentian bus/ halte;

        1. Kesesuaian lokasi/penempatan;

        2. Kondisi fisik, berupa kondisi dari fisik dari TPPKU (halte atau rambu bus stop);

        3. Pemanfaatan, berupa digunakannya halte untuk menunggu angkutan dan tidak digunakan untuk PKL, dll.

      7. Parkir di badan jalan

        1. Kecukupan parkir di badan jalan;

        2. Keberadaan dan kondisi marka parkir;

        3. Keberadaan dan kondisi rambu parkir;

        4. Keberadaan dan kondisi papan tarif parkir;

        5. Keberadaan petugas dan pemakaian seragam.

      8. Marka;

        1. Keberadan marka membujur tepi;

        2. Keberadaan marka membujur tengah;

        3. Ketepatan bentuk dan ukuran;

        4. Kondisi kejelasan marka.

      9. Rambu;

        1. Kesesuaian material, bentuk, ukuran dan ketinggian;

        2. Kesesuaian lokasi penempatan;

        3. Kondisi kejelasan rambu.

      10. Penerangan Jalan Umum

        1. Keberadaan penerangan jalan umum;

        2. Kemanfaatan penerangan jalan umum.

      11. Alat Pemberi Isyarat Lalu-Lintas (APILL);

        1. Keberadaan rambu peringatan;

        2. Keberadaan marka, dan marka garis stop pada APILL;

        3. Kesesuaian lokasi keberadaan tiang dan pelindung APILL;

        4. Kondisi fisik dan kelengkapan APILL

      12. Simpang prioritas.

        1. Pengaturan pada simpang;

        2. Kelengkapan pengaturan simpang (marka dan rambu prioritas) ;

        3. Keutuhan bentuk dan kejelasan dari marka dan rambu prioritas.

    3. Lalu lintas;

      1. Kedisiplinan pengemudi Angkutan Umum (Angkot / Angdes)

      2. Kedisiplinan pengemudi taksi

      3. Kedisiplinan pengemudi kendaraan bermotor roda-3

      4. Kedisiplinan pengemudi kendaraan tidak bermotor

      5. Kedisiplinan pengemudi Angkutan Pribadi

      6. Disiplin Lalu Lintas Kendaraan Roda-2

        1. Disiplin menggunakan helm;

        2. Menyalakan lampu utama;

        3. Kepatuhan terhadap rambu, marka dan APILL dalam berlalu lintas;

        4. Berjalan pada jalur jalan sebelah kiri.

      7. Kedisiplinan pengguna jasa angkutan umum

      8. Disiplin Lalu Lintas Pejalan Kaki

        1. Menyusuri trotoar pada tempatnya

        2. Menyeberang melalui penyeberangan

    4. Pelayanan masyarakat.

      1. Keberadaan dan kondisi peralatan PKB Mekanis

        1. Keberadaan dan kondisi peralatan PKB Mekanis

        2. Operasional peralatan PKB Mekanis

        3. Penggunaan peralatan PKB Mekanis

      2. Operasional peralatan PKB Mekanis

      3. Penggunaan peralatan PKB Mekanis

      4. Pelataran parkir kendaraan

      5. Petugas mengenakan seragam/atribut;

      6. Petugas mengenakan helm penguji;

      7. Waktu pengurusan hasil uji.

      8. Keberadaan Calo

  2. Komitmen Daerah

    1. Perencanaan dan Data Base

    2. Pendanaan

    3. Regulasi

    4. Kelembagaan

    5. Sumber Daya Manusia

    6. Program Unggulan

    7. Kehadiran

    8. Keselamatan

      1. Indeks kecelakaan, jumlah kejadian per 100.000 penduduk.

 

Hasil penilaian Tim Penilai sebagian besar indikator tersebut Kabupaten Magetan mendapatkan penilaian baik tetapi ada beberapa hal yang perlu dibenahi yaitu :

  1. Jpo dan zebra cross berada pada lokasi yang sama

  2. Sudah tersedia Halte, namun jumlahnya sangat terbatas. Untuk dipertahanakan dan ditingkatkan jumlahnya

  3. Terdapat parkir di badan jalan Kabupaten yang sesuai dengan peraturan yang berlaku. Namun Jalan Provinsi juga masih digunakan sebagai tempat parkir, yang seharusnya tidak diperbolehkan di Jalan Provinsi dan Jalan Nasional.

  4. Angkutan Umum belum dilengkapi papan trayek.

  5. Masih ditemukan pengemudi dan penumpang sepeda motor tidak menggunakan helm.

  6. Peralatan Pengujian Kendaraan Bermotor yang belum ada :

    • Alat uji kebisingan

    • Alat uji lampu

    • Alat uji kincup roda depan

    • Alat uji penunjuk kecepatan

Program Unggulan Kabupaten Magetan

NO

ASPEK

NAMA PROGRAM

1

ANGKUTAN

Belum Ada

2

PRASARANA

Pemasangan VMS pada Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas

3

LALU LINTAS

Sudah terlaksana kegiatan kawasan tertib lalu lintas
Pengalihan arus lalu lintas di ruas Jalan Pahlawan dan Jalan Ahmad Yani untuk memperlancar arus lalu lintas.

4

LINGKUNGAN

Sudah terlaksana program car free day setiap hari minggu
Uji emisi gas buang kendaraan bermotor di jalan raya

5

PELAYANAN

Adanya pelayanan perijinan terpadu.

6

SDM

Sudah aktif ikut serta dalam kegiatan penguji kendaraan bermotor teladan.

 

Untuk menunjung keberhasilan Kabupaten Magetan dalam Wahana Tata Nugraha ini perlu adanya partisipasi dan kerjasama seluruh masyarakat dan instansi terkait untuk menjaga ketertiban dan keselamatan dalam berlalu lintas.

 

Tags