Merdeka dengan perlindungan hak cipta

Insan kreatif juga bagian dari rakyat Indonesia. Sudah selayaknya hak mereka juga dihormati, dihargai, dan diapresiasi agar mereka mampu melanjutkan hidup yang sejahtera. Dengan demikian bukan hanya merdeka untuk berkarya, tapi juga merdeka dari kimiskinan dan penindasan hak cipta. Ini diwujudkan dengan membangun budaya dan penghargaan atas hak cipta, yang wujudnya antara lain dengan tidak membajak karya yang menjadi sumber kehidupan mereka. Indonesia harus bisa mulai menghargai karya cipta saudara se-Tanah Air dengan menghentikan pencurian dan penindasan hak atas karya intelektual dan tindakan-tindakan lainya yang merugikan jerih payah orang lain untuk bisa hidup melalui kreativitasnya. Niat baik ini sebenarnya telah diamanatkan melalui undang-undang, sehingga sudah menjadi kewajiban pemerintah untuk mematuhi, menegakkan, dan membangun budaya penghargaan atas hak cipta.

 

Lindungi karya, cegah kerugian

Kemerdekaan bukan hanya diartikan kebebasan untuk melakukan segala hal tanpa batas, sebaliknya, kemerdekaan juga berarti kemampuan membebaskan diri dari hal-hal negatif dan tidak produktif, sehingga setiap warga negara memiliki kemampuan untuk menghargai kretivitas dari hak cipta yang menghidupi kehidupan seniman, penulis, pemusik, pembuat film, desainer dan pekerja kretif lainnya. Karena itu, dalam usaha kemerdekaan pekeerja kreatif dari penindasan pembajakan, Kementrian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia memulai pemblokiran terhadap situs-situs yang menyediakan akses pengunduhan berkas-berkas yang melanggar hak cipta. Setidaknya ada 22 situs yang telah terkena tindakan tegas ini tahap awal dan diharapkan semakin tegas kedepannya.

 

Lindungi karya produsen film nasional, kominfo blokir situs pelanggar hak cipta

  • Dasar pemblokiran situs film pelanggar hak cipta :

    • Pasal 55-56 UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta

    • Pasal 27, UU Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik

    • Peraturan Bersama Menkumham Nomor 14 tahun 2015 dan Menkominfo Noomor 26 tahun 2015, tentang Pelaksanaan Penutupan Konten dan atau Hak Akses Pengguna Pelanggaran Hak Cipta dan atau Hak Terkait dalam Siatem Elektronik.

 

  • Daftar 22 situs pelanggar hak cipta film yang diblokir:

  1. ganool.com

  2. nontonmovie.com

  3. bioskops.com

  4. ganool.ca

  5. kickass.to

  6. thepiratebay.be

  7. downloadfilmbaru.com

  8. ganool.co.id

  9. 21filmcinema.com

  10. gudangfilm.faa.im

  11. movie76.com

  1. isohunt.to

  2. cinemaindo.net

  3. bioskop25.net

  4. unduhfilm21.net

  5. ganool.in

  6. bioskopkita.com

  7. downloadfilem.com

  8. cootir.net

  9. movie2k.ti

  10. unduhmovie.com

  11. 21sinema

  • Sudah 24 film indonesia yang dilanggar hak ciptanya di situs tersebut

 

Berantas pembajakan sampai keakarnya

Pelanggaran atas hak cipta telah merugikan dan menghilangkan potensi pembajakan hingga Rp. 6 triliun setiap tahunnya. Selain itu kebiasaan ini juga menutup kemungkinan bagi insaan yang kreatif untuk bisa memberdayakan dirinya untuk meningkatkan kemampuan ekonomi sekaligus mengurangi angka pengangguran. Ini semakin marak terjadi terutama dengan adanya kemajuan teknologi yang kemungkinan terjadinya pertukaran data secara cepat antara satu pengguna dan pengguna internet lainnya. Sementara Undang-undang No 28 tahun 2014 telah mengamanatkan adanya upaya untuk menghormati hak cipta, sehingga memungkinkan insan kreatif hidup dari karyanya serta membangun iklim yang positif bagi industri kretif. Di sisi lain, Undang-undang ini juga memberikan ancaman bagi pelanggarnya berupa pidana sepuluh tahun dan/atau denda Rp.4 miliar

  • Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta memberi:

    • Perlindungan hak cipta

    • Perlindungan yang lebih baik terhadap hak ekonomi para pencipta, termasuk membatasi pengalihan hak ekonomi dalam bentuk jual putus (sold flat)

    • Penyelesaian sengketa secara efektif melalui proses mediasi, arbitrase, atau pengadilan, serta penerapan untuk delik aduan untuk tuntutan pidana

    • mengelola tempat perdagangan bertanggung jawab atas tempat penjualan dan atu pelanggaran hak cipta atau tempat terkait

    • Hak cipta sebagai benda bergerak tidak berwujud dapat dijadikan objek jaminan fidusa

 

Agar hak eklusif dihormati

Pelanggaran atas hak cipta sebenarnya adalah konsep yang sederhana yang mudah dipahami. Setiap pencipta sebenarnya memiliki hak yang jelas dan eksklusif atas ciptaanya. Dengan kata lain, pencipta tersebut memiliki hak untuk memberikan izin kepada pihak lain untuk menyebarkan karya ciptaannya yang mendapatkan keuntungan ekonomi dari sistem yang berlaku tersebut. Hak inilah yang sering tidak dihormati sehingga menghasilkan pelanggaran hak cipta. Selain itu, tindakan lain yang termasuk pelanggaran hak cipta adalah memberi wewenang kepada orang lain untuk melanggar hak cipta, memiliki hubungan komersial dengan barang–barang bajakan, mengimpor barang-barang melanggar hak cipta untuk didistribusikan kembali, serta memperbolehkan suatu tempat pementasan umum untuk dijadikan penayangan karya yang melanggar hak cipta.

Pada umumnya pelanggaran hak cipta meliputi tindakan memperbanyak maupun menyebarluaskan suatu ciptaan tanpa adanya hak dan atau izin dari si pencipta atau pemegang hak cipta.

  • Pemegang hak cipta memiliki hak eksekutif (hak moral dan hak ekonomi)

  • Setiap individu lain yang melaksanakan hak ekonomi wajib mendapatkan izin pencipta atau pemegang hak cipta

  • Setiap orang yang tanpa izin pencipta atau pemegang hak cipta dilarang melakukan penggandaan dan/atau penggunaan secara komersil ciptaannya.

  • Dilarang menggunakan ciptaan secara komersial, penggandaan, pengumuman, pendistribusiaan guna kepentinagn komersial tanpa persetujuan tertulis orang (terkait)

  • Pelanggaran-pelanggaran semacam ini dapat di kenakan denda/sanksi pidana secara khusus dan diatur dalam undang-undang hak cipta

 

Bentuk pelanggaran lain hak cipta :

  • Memberi wewenang (berupa persetujuan atau dukungan) kepada pihak lain untuk melanggar hak cipta.

  • Memiliki hubungan dagang atau komersial dengan barang bajakan, ciptan-ciptaan yang melindungi hak cipta.

  • Mengimpor barang-barang bajakan ciptaan yang dilindungi hak cipta untuk di jual eceran atau didistribusikan

  • Memperbolehkan suatu tempat pementasan umum untuk digunakan sebagai tempat melanggar pementasan atau penayangan karya yang melanggar hak cipta.

 

Kretivitas untuk sejahterakan bangsa

Pengakuan dan perlindungan hak atas kekayaan intelektual bukan hanya sebuah kebanggaan untuk dilakukan, namun di sisi lain juga mendatangkan keuntungan ekonomis langsung sehingga industri kreatif sebenarnya mampu berkontribusi signifikan bagi perekonomian indonesia. Tak kurang dari Rp 249 miliar kontribusi PNBP ( pendapatan negara bukan pajak ) telah ikut disumbangkan dari pendaftaran hak dan merk, hak cipta, dan paten. Ini tentunya membutuhkan pemahaman ats ketiga hak yang melekat kepada pengusaha, penemu dan para pencipta karya tersebut.sehingga akhirnya seluruh bangsa menyadari bahwa kreativitas ikut menggerakan roda perekonomiaan bangsa kita.

 

Masyarakat makin paham merk, paten dan hak cipta

  • Desain industri: suatu kreasi tentang bentuk, konfigurasi, atau komposisi warna, atau gabungan dari padanya yang berbentuk tiga dimensi atau dua dimensi yang memberikan kesan estetis dan dapat diwujudkan dalam pola tiga dimensi atau dua dimensi serat dapat menghasilkan suatu produk, barang, komuditas industri, atau kerajinan tangan.

  • Merk: tanda yang berupa gambar, nama, kata, huruf, angka-angka, susunan warna, atau kombinasi unsur-unsur tersebut yang memiliki daya pembeda dan digunakan dalam kegiatan perdangan barang atau jasa.

  • Paten: hak eksklusif yang diberikan oleh negara kepada invetor atas hasil invensinya di bidang teknologi.