Makna Lebaran untuk Perekonomiaan kita

Lebaran bukan hanya dimaknai sebuah hari yang suci, namun lebih jauh lagi merupakan sebuah rangkaian aktivitas spiritual, budaya, dan akhirnya memiliki dampak terhadap perputaran roda ekonomi. Keuntungan secara ekonomis ini biasanya di dapat dari lonjakan kunjungan wisata nusantara selama libur panjang menyambut lebaran.

Hal ini penting untuk disadari sehingg pengelolaannya bisa optimal untuk keuntungan seluruh rakyat Indonesia.

 

Keajaiban ekonomi di sela silahturahmi

meskipun tradisi kembali ke kampung halaman menciptakan beberapa masalah, namun sejatinya momen mudik adalah salah satu pendorong roda ekonomi di daerah.  Selama lebaran, para pemudik membelanjakan penghasilannya yang di kumpulkan di ibukota, sehingga membantu menggerakan perekonomiaan di kampunghalaman mereka.  Sehingga secara tak langsung terjadi pemerataan hasil perekonomiaan hingga ke pelosok, atau dikenal juga dengan istilah retribusi pendapatan daerah.

Peluang inilah yang harus ditangkap bdan di atur sebaik-baiknya baik oleh pemerintah, pengusaha, maupun rakyat kecil di kala lebaran.perputaran uang yang menghasilkan keuntungan ini harus di manfaatkan untuk membiayai hal produktif sehingga bisa mendorong kemajuan daerah tersebut, bukan hanya kesenangan sesaat .inilah saat diman hari yang suci benar-benar menjadi berkah seluruh umat.

 

Berkah mudik itu terjadi di sektor pariwisata

Salah satu sumber perputaran ekonomi di masa mudik adalah sektor pariwisata. Sebab tidak hanya menjadi momenn bersilahturahmi, mudik juga menjadi kesempatan untuk rekereasi dan berlibur, melepaskan diri dari tekanan hidup di kota besar, yang tentunya tidak dilakukan sendiriaan, namun juga membawa serta anggota keluarga dan kerabat lainnya.

Kecenderungan ini menghasilkan peluang kerja bagi 11,3 juta tenaga kerja pad musim mudik lebaran 2015, serta perputaran uang yang di hasilkan dari pengeluaran sebesar Rp 800.000 perhari dari setiap pemudik yang menjadi wisatawan nusantara.  Inilah fenomena yang turut mendukung tercapainya target makro pariwisata indonesia, yaitu besarnya kontribusi pariwisat terhadap pendapatan domestik bruto,penambahan devisa hingga sekira Rp 240 triliun, menciptakan 13 juta lapanagan kerja, kenaikan jumlah wisatawan nusantara sekira 275 juta pada tahun 2019, dan rangking pariwisata Indonesia naik menjadi30 besar di seluruh dunia.

 

Memaknai hari kemenangan dengan pembenahan perilaku

Lebaran memiliki makna besar bagi rakyat indonesia.bukan hanya sebagai perayaan agam tertentu, namun dirasakan kehadirannya oleh seluruh rakyat indonesia sebagai sebuah awal untuk evaluasi dan membenahi secara menyaluruh. Dengan datangnya yang hanya setahun sekali, rakyat selalu menganggap lebaran sebagai sebuah momen istimewa di mulainya perubahan diri dan lingkungannya. Pemerintah pun berdiam diri menghadapi lebaran. Untuk momen lebaran 2015, misalnya, juga bebarengan dengan berbagai pencanangan perbaikan dan pembenahan, antara lain pembenahan infrastruktur telekomunikasi, perbaikan gizi, penyelengaraan mudik, hingga perbaikan nasib pekerja di seluruh Indonesia, baik formal maupun informal melalui pelaksanaan BPJS ketenagakerjaan secara menyeluruh.lebaran selalu di nilaisebagai masa yang tepat untuk memulai perubahan, dan itulah yang akan selalu di perjuangkan bersama oleh tiap individu, masyarakat,dan pemerintah.